PEKAT IB Soroti Ulah Pemerintah Yang Konyol Manuver Pendidikan Luka Anak Yatim

KORAN Mesuji, Asir Ketua Pembela Tanah Air Indonesia Bersatu [PEKAT IB) soroti Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (sering disebut GAMAS)
Menurut PEKAT IB pola ini tidak tepat diterapkan, karena bertentangan dengan batik seorang anak, gimana nasib anak yang tidak memiliki ayah. (10/7/26)
Tujuanya baik dalam kampanye pemerintah yang diinisiasi oleh kementerian dan BKKBN. Gerakan ini mendorong para ayah untuk meluangkan waktu mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah tetapi gimana yang tidak punya ayah.
Sebagian masyarakat menerima pola fikir pemerintah untuk mendorong psikologis yang positif tetapi dikhawatirkan bisa menjadi goresan mendalam bagi anak- anak yatim yang tidak memiliki ayah Ucap Ali Yasir
Karena ketika pengumuman pamflet bila penyampaiannya tidak tepat kita akan melukai anak yatim bangsa Indonesia tanpa disadari,
Memang benqr Kehadiran orang tua meningkatkan semangat belajar dan prestasi anak di sekolah tetapi gimana bila yang tidak memiliki ayah bisa jadi tidak semangat untuk belajar karena tidak percaya diri.
Asir tidak mengungkiri kesetaraan pengasuhan mengubah pandangan bahwa pengasuhan tugas eksklusif ibu, sehingga ayah hadir sebagai mitra kolaboratif dalam tumbuh kembang anak. Tapi permasalahannya gimana yang tida memiliki ayah apa yang dilakukan pemerintah tutup asir.
